Sabtu, 24 September 2016

Misi Zinedine Zidane Mempertahankan Gelar Juara Liga Champions

Misi Zinedine Zidane mempertahankan gelar juara liga champions mengikuti jejak carniglia dan cramer.

Misi Zinedine Zidane Mempertahankan Gelar Juara Liga Champions

Tanggal 17 September 2016 kemarin menandai satu tahun berpulangnya sosok Dettmar Cramer. Namanya mungkin tidak populer saat ini, namun dia merupakan salah satu orang penting di sepak bola Jerman. Publik sepak bola Negeri Bavaria, terutama Bayern Munchen, berduka atas kepergian Cramer.

Munchen memimpin penghormatan buat Cramer. Wajar saja, karena Cramer merupakan satu-satunya pelatih yang mampu memberikan dua titel Eropa yaitu sepasang gelar Piala Champions (1974/1975 dan 1975/1976) buat mereka.

Sepanjang sejarah Liga Champions, banyak sosok-sosok istimewa. Sebut saja tujuh sosok istimewa yang mampu memenangi titel sebagai pemain dan pelatih: Miguel Munoz, Giovanni Trappattoni, Johann Cruyff, Carlo Ancelotti, Frank Rijkaard, Josep Guardiola, dan Zinedine Zidane.

Tapi, Cramer masuk daftar yang lebih spesial lagi. Dia merupakan satu dari dua pelatih yang mampu dua kali juara Piala Champions secara beruntun di dua musim pertamanya menangani sebuah klub. Sosok istimewa lainnya adalah eks manajer Real Madrid yaitu Luis Carniglia.

Cramer masuk Bayern Munchen pada 1974. Di akhir musim, dia mengantarkan klub asal kota terbesar di Jerman itu menjadi juara. Setahun berselang, ia melakukannya lagi. Dua titel di dua musim pertama bersama Muenchen.

Carniglia adalah yang pertama melakukannya. Dia masuk Madrid pada 1957. Di akhir musim, bersama pemain-pemain legendaris semodel Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas ia mengantarkan Los Blancos kampiun Piala Champions, dua musim berturut, di dua musim pertamanya.

Setelah Cramer melakukannya lebih dari 40 tahun lalu, tidak ada pelatih lain yang bisa mengulanginya. Apalagi, sejak berubahnya format Liga Champions per 1992, tidak ada lagi klub yang mampu memertahankan gelar.

Memang, sejumlah pelatih hebat sangat dekat untuk dapat melakukannya. Dua orang tersebut adalah Josep Guardiola dan Luis Enrique. Bersama Barcelona keduanya hampir melakukannya.

Guardiola menjadi juara Liga Champions di musim debut bersama Barca pada musim 2008/2009, tapi tidak mampu mengulangi prestasinya di musim berikut karena Barca harus tumbang di semifinal.
Luis Enrique juga menjadi kampiun Liga Champions di edisi perdananya menangani Blaugrana di musim 2014/2015. Seperti Pep Guardiola, Enrique juga gagal memertahankan titel semusim berselang: Barca tumbang juga di perempat final.

Saat ini, orang ketiga yang mencoba melakukannya. Dialah Zinedine Zidane, sang pelatih Real Madrid yang musim lalu mengantarkan Los Blancos meraih La Undecima, titel ke-11 di Liga Champions.

Pencapaian Zizou terbilang lebih impresif ketimbang Guardiola atau Enrique. Zidane meraih juara meski tidak menjadi pelatih di awal musim. Dia masuk di tengah jalan untuk menggantikan Rafael Benitez yang dipecat.

Kini, Zizou pun mengusung dua misi yang hampir mustahil. Membawa Madrid memertahankan juara Liga Champions, untuk yang pertama kali sejak 1992, dan mengekor Carniglia serta Cramer.

Related Posts

Misi Zinedine Zidane Mempertahankan Gelar Juara Liga Champions
4/ 5
Oleh