Senin, 19 September 2016

Beberapa Pemain Tottenham Menangis Mendengar Anthem Liga Champions

Beberapa pemain tottenham nyaris mengeluarkan air mata dikarenakan mendengar anthem liga champions.

Beberapa Punggawa Tottenham Menangis Mendengar Anthem Liga Champions

Pada matchday 1 Liga Champions kemarin Tottenham Hotspur memang kalah atas AS Monaco dengan skor 1-2 di Stadion Wembley. Namun, ada satu cerita yang dituangkan oleh Manajer Mauricio Pochettino.

Pochettino mengaku, bahwa hampir seluruh penggawa Totteham Hotspurs nyaris menangis terharu pada saat mendengar anthem Liga Champions jelang pertandingan. Karena bagi mereka, bisa kembali tampil di pentas terakbar antar klub Eropa merupakan sebuah mimpi yang jadi kenyataan.

Seperti yang dilansir Soccerway, Pochettino berujar bahwa mereka memiliki hampir 90.000 pendukung yang menunggu The Lilly White bermain. Atmosfer tersebut sungguh sangat menakjubkan. Mereka bahkan hampir menangis pada saat mendengar anthem Liga Champions, itu merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

Selepas dari laga yang berakhir dengan kekalahan, Pochettino mengaku sulit untuk menjelaskan alasan mengapa timnya tampil standar dan kurang semangat. Dia menduga, timnya mengalami sedikit demam panggung pada saat tampil pertama kali di pentas sebesar Liga Champions musim ini.

“Ini merupakan masalah kolektif, bukan individu. Saya adalah orang pertama yang merasa bersalah dalam situasi ini. Ketika kami menunggu selama enam tahun untuk dapat bermain di Liga Champions, setelah 45 menit Anda tidak akan bisa pergi ke ruang ganti dengan perasaan ini,” sesal Pochettino.

Terlepas dari kekalahan tersebut, Pochettino memuji permainan anak asuhnya yang dinilai sudah cukup baik, terutama pada babak kedua. Bahkan, manajer berwarganegara Argentina itu menganggap anak asuhnya telah tampil lebih baik dari Monaco.

Menurut Pochettino, di babak kedua para pemainnya menunjukkan banyak gairah dan bermain dengan sangat baik. Monaco tidak bisa melepas tembakan dan nihil tendangan sudut. Dirinya merasa senang dengan kinerja itu. Hanya dalam periode 45 menit, timnya tidak menunjukkan gairah. Masih menjadi pertanyaan besar bagi saya dan bukan hanya saya saja, tapi kami semua memiliki pertanyaan serupa.”

“Namun pada akhirnya kami jauh lebih baik dari pada Monaco. Tidak ada alasan, masalahnya bukan karena Wembley, bukan juga karena lapangan, melainkan kami yang seharusnya sangat kritis dengan diri sendiri. Kami masih punya waktu untuk memenangi pertandingan, punya peluang untuk lolos ke babak berikutnya. Ini hanyalah awal,” pungkas dia.

Kekalahan Tottenham berawal dari skema serangan balik AS Monaco pada menit 16. Lesatan tembakan Bernardo Silva tidak mampu dihentikan Lloris. Di menit 31, Monaco menggandakan keunggulan melalui Thomas Lemar yang sukses memanfaatkan bola liar di kotak penalti.

Tottenham baru bisa memperkecil kedudukan di menit 45, lewat tendangan penjuru Erik Lamela yang kemudian ditanduk dengan keras oleh Toby Alderweireld ke gawang AS Monaco. Dengan hasil tersebut, Monaco memuncaki klasemen sementara Grup E dengan perolehan tiga poin. Sementara itu Tottenham terpuruk di dasar klasemen dan belum meraih poin.

Related Posts

Beberapa Pemain Tottenham Menangis Mendengar Anthem Liga Champions
4/ 5
Oleh